Saturday, January 22, 2011

Ngrasani

Hai! Kali ini aku mau curhat tentang seseorang di sekitarku. Aku nggak mau menyebut lokasinya secara spesifik. Kalo tau ya syukur, kalo enggak ya nggak papa :P 3...2...1...

Hint : tua, bapak-bapak,tinggi

Jujur, aku nggak begitu suka dengan orang ini. Bukan karena cara mengajarnya, tapi sifatnya sehari-hari. Aku nggak perlu nyebutin ada kejadian apa di balik ini, sampe aku mau ngepost ini. Dia orangnya agak angkuh, konservatif, dan bawel. Selain itu dia semacam muka dua. Di depan atasan atau rekan sekerjanya berbeda dengan di depan aku dan teman-teman. Semacam suka ngomong di belakang. whatjefuk. Di depan atasan dan rekan sekerjanya mengeluk-elukan tapi di depan kami menjelekkan. Ok, mungkin pada realitanya kalo di depan atasan mengelu-elukan tapi pas udah nggak ketemu langsung bisa jelek-jelekin, udah biasa. Namun, ini juga rekan sekerjanya sendiri. Kenapa beliau nggak ngomong secara jujur? Misalkan aja dia nggak setuju ada kebijakan A, toh beliau sebagai salah satu warga yang bisa dibilang 'petinggi' kan punya hak buat mengutarakan. Kerahkan aja argumen-argumen yang ada, kalo bisa - secara kasarannya - hasut orang lain yang notabene orang seumurnya alias rekan kerjanya sendiri. Beres kan?

Sebelumnya, aku nggak terlalu ambil pusing ketika beliau punya masalah dengan salah satu oknum. Aku mulai 'agak' bermasalah dengan masalah yang baru terjadi hari ini. Meskipun aku bukan 'korban' secara langsung, tapi aku jadi agak gemas sama beliau. Ya Allah, ampuni hamba

No comments: