Wednesday, April 13, 2011

Briptu Norman

Suatu hari, guruku memutarkan video. Ada dua pria mengenakan seragam polisinya. Satu pria nampaknya sedang galau dan sepertinya pria yang satu lagi hendak menhiburnya. Tak lama kemudian, terdengar lagu India. Ya, Bollywood. Lalu, dia bernyanyi layaknya penyanyi India diiringi dengan joget ala India. Aku lupa, durasinya sampe berapa menit. Jadi apa yang mau dibawa oleh orang ini? Not kinda entertaining ah.

Setelah video selesai, guruku bilang bahwa dari video itu mengundang pro-kontra. Dari pihak kepolisian atas tersiarnya video ini, karena alasan pencitraan dan kode etik bekerja ( 'nyantai' di kala kerja), sedangkan dari pihak lain memaklumi karena itu manusiawi. Manusia butuh hiburan.

Setuju itu manusiawi, setidaknya manusia butuh penyegaran, apalagi, dengar-dengar dia juga menghibur temannya yang sedang galau. Nggak salah kalo dilihat dari sisi itu. Kalo secara keseluruhan dari video itu nggak ada yang salah. I dont give any damn for it.

Sampai sekarang bisa dilihat gimana reaksi masyarakat Indonesia. Namun, emang dasarnya reaksi masyarakat Indonesia yang berlebihan sih terhadap sesuatu, apalagi stasiun tv yang berbondong-bondong memburu Briptu Norman untuk disiarkan di program televisi. Malah jadi bosen akhirnya. Emang pada dasarnya latah kali ya, jadi terus-terusan kayak gini. Intinya, aku nggak suka reaksi dari TV bahkan masyarakat yang heboh gara-gara video itu, contohnya kayak yang dilakuin salah satu sosialita di Jakarta, ia nggak segan ngundang Briptu Norman. Lagian, videonya juga biasa aja menurutku.

Tapi emang bener rezeki orang beda-bedalah ya. Endonesia. Ya begitulah..

No comments: