Monday, December 26, 2011

Hidup Implisit !

implisit : 1.termasuk (terkandung) di dalamnya (meskipun tidak dinyatakan secara jelas atau terang-terangan); tersimpul di dalamnya; terkandung halus; tersirat; 2 mutlak tanpa ragu-ragu; secara tulus (tt kepercayaan, dukungan, kepatuhan, dsb) (taken : artikata.com)

Terkadang, ada hal-hal yang ingin diungkapkan ke publik tapi dari diri sendiri pengen terkesan misterius atau diri sendiri hanya ingin dia aja yang tahu. Menurutku layaknya seorang penyair, ia membuat suatu karya dan mengajak penikmatnya mencari tahu apa sih yang ada di dalamnya.

So am I :p Contoh kecil aja kalo lagi ngetwit. Tau sendiri kan kalo di Twitter akses publik lebih gede alias privasi berkurang. Namun, di suatu sisi pengen aja menuangkan unek-unek ke dalam sebuah twit tanpa ingin diketahui maksud sebenarnya oleh orang-orang. Ya, solusinya mengimplisitkan twit itu sendiri :p Kalo saya sendiri sih, ngerasa puas aja kalo twit saya tersebut nggak 'dimengerti' oleh orang-orang. Saya bebas ngomong apa aja dengan gaya implisit itu sendiri. Akan tambah puas lagi kalo ada orang yang penasaran ahihihi :3 (ketawa jahil)

But, yang bikin sebel ketika saya udah mengimplisitkan sesuatu eh malah ketahuan sama orang lain (meskipun itu hanya satu orang aja) . Kesannya sepeti ini -> ,"Hahaha... Gue berhasil menelanjangi elo dengan twit implisit lo sendiri.." sial.... *garuk-garuk tanah*

Eh tapi emang asik lho mengimplisitkan sesuatu terutama kata-kata. Kalo dari saya sendiri sih jadi lebih semangat cari diksi oke buat mendukung kesan implisitas yang akan saya buat. Lalu, merangkai kata-katanya dan membuat jadi misterius :D asyik bukan?

Well, guys, implisit itu ada sensasinya sendiri. Give it a try :P

Saturday, December 24, 2011

Review : Sang Penari


Hey readers! Apa kabar? Happy holiday ya, khususnya anak sekolah :p Semoga liburan kalian memberi kesan yang oke bagi kalian :) :)

Tadi siang aku nonton film bareng temenku, namanya mas Ajis. Ya, kami nonton, 'Sang Penari'. Membaca castnya kayak Prisa Nasution, Oka Antara (he's damn hot), Slamet Rahardjo, Lukman Sardi, dsb di pikiranku, "Wah..Ketoke apik ki"

Menceritakan tentang seorang gadis yang ingin menjadi penari Ronggeng di dusunnya dengan latar belakang pasca kemerdekaan Indonesia. Berawal dari kekagumannya Srintil (Prisia Nasution) terhadap Surti (Happy Salma) sebagai penari ronggeng. Naasnya, si Surti ini meninggal karena mengonsumsi tempe buatan orang tua Srintil yang juga menyebabkan tewasnya warga lain di dusun itu. Karena - mungkin - merasa bersalah dengan kesalahan yang nggak disengaja oleh orang tuanya dan ketertarikan Srintil dalam menari, Srintil ingin menjadi penari ronggeng di dusun tersebut and voila jadilah ia!

Tentu saja, di sini juga diceritain kisah cinta Srintil dengan Rasus, sahabat kecil yang sebenernya nggak seneng kalo Srintil jadi penari ronggeng. Hm.. Kayaknya lebih seru deh kalo nonton sendiri heheheh :p

Dari nilai satu sampai lima, mungkin akan kukasih nilai 3,5. Ya, film ini lumayan (bagiku). Akting pemainnya nggak perlu diragukan lagi. Lucu juga saat denger Oka Antara ngomong Jawa huehehhehe :3 Dari film ini, kita akan mengingat zamannya G30SPKI. Dari Manipol Usdek sampai pembunuhan jenderal-jenderal.

Oh ya, denger-denger film ini diadaptasi dari novel juga lho. Aku taunya dari sini hehehe. Tapi inget, film ini ada adegan yang belum pantes dilihat anak kecil :p (dijaga ye adek-adeknya) Well, i dont give a shit about how the controversy comes through this movie :D